Sunday, 4 September 2011

Pemindahan Tanah Mekanis

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS (PTM)

PENDAHULUAN
Komposisi Tanah Dan Istilah
Tanah Tidak Kohesif Dan Kohesif
Tekstur Tanah
Eksplorasi Tanah Dan PengambilanContoh
Beberapa Masalah Khas Pada Tanah

PEKERJAAN TANAH ( GALIAN + TIMBUNAN )
PEKERJAAN PEMINDAH DAN PERATA TANAH
Traktor : 1. Roda Rantai ( Crawletractors )
2. Roda Karet ( Whell Tractors )
Scraper
Grader ( Grading )
Bulldozer
Loader ( Loading )

PEKERJAAN PEMADATAN
Alat Penumbuk ( Tamper )
Alat Penggilasan ( Roller )
Road Roller
Tandem Roller
Mesh And Segment Roller
Sheep Foot Roller
Pneumatic Tired Roller/Tower Roller
Alat Pemadat Dengan Getaran ( Vibrating Compaction )
Pemadatan Dengan Bahan Peledak ( Explosive )
PEKERJAAN PENGGALI DAN PEMBUAT ( EXCAVATING EQUIPMENT )
PEKERJAAN MENGANGKUT
Dump Truck/Rear Dump Truck
Side Dump
Wagon/Bottom Dump Wagon


PENGELOMPKAN ALAT BERAT DI BAGI BERDASARKAN
Penggerak Utama Alat
Fungsi Alat
Penggerak Utama ( Prime Moves ) Alat
Tractor sebagai Moves
Excavator sebagai Moves
Selain Tractor dan Excavator
Tractor Sebagai Prime Moves
Traktor
Roda Rantai ( Crawles/kelatas )
Roda Karet ( Whell )
Buldozzer : Sebagai alat penggusur
Ripper : Sebagai alat bajak
Scrapper : Sebagai alat penyelaras
Motor Grader : Sebagai alat perata permukaan
Loader sebagi Alat Pemadat
Excavator Sebagai Prime Motor
Shovel : Excavator pengaduk engan arah kedalam
Back Hoe : Excavator pengaduk dengan arah ke belakang
Clampsell : Excavator pengaduk jepit
Dragline : Excavator pengaduk tarik
Skidder : Excavator dengan balok – balok kayu
Selain Excavator dan Tractor
Truck
Dump wagon
Trailer
Alat pemadat( Contractor )
Compressor
Stone cruser
Alat peneumatic
Alat pengolah aspal
AMP ( Asphalt Mixing Plant )
ADP ( Asphalt Distribution Plant )
AFP ( Asphalt Fimilling Plant )
Dredger ( Kapal Keruk )
Fungsi Alat
Tractor adalah sebagi penghasil produksi dalam bidang konstruksi ( penghasil utama )
Alat pembersih lapangan
Buldozzer ( penggusur )
Ripper ( pembajak )
Alat pengangkat dan pelumat
Back hoe
Power shovel
Dragline
Cloupshell
Loaders
Alat penggali dan pengangkut
Scrapper ( penggikis )
Truck pengangkut
Alat pembentuk permukaan
Power Grader
Alat pemadat
Rollers ( Mesin Gilas )

OPERASIONAL ALAT
Pekerjaan persiapan
Alat – alat berat / kelompok alat
Land Clearing ( pembabatan,penumbangan,pengumpulan,dan pembakaran )
Metode kerja
Biaya pemilikan dan opersional
Menhitung Beasrnya SWELL (Mengembang) dan SHRINGKAGE ( Penyusutan) Tanah

Swell (Sw) = ( B/L – 1)x 100%
Shringkage (Sh) = (1 - B/C) x 100%





















GESEKAN GULING/ROLLING RESISTENCE (RR)


Dimana :


Pengaruh Tanjakan




Missal : W = 1 ton = 1000 kg
AB AC = 100 m
BC = 1 m
P = 1000. x1/100=10 kg⁄ton
Jikalau tanjakan sebesar : 1 %, besar gaya P = 10 kg⁄ton
2 %, besar gaya P = 20 kg⁄ton dan seterusnya.

PENGARUH SUATU KETINGGIAN LOKASI/MEDAN KERJA
Alat berat mesin 4 tak/cycle akan kehilangan tenaga sebesar 3% setiap 300mtr diatas permukaan laut sesudah 300mtr yang pertama
Alat berat mesin 2 tak/cycle, besar kehilangan tenaga sebesar 1% diatas permukaan laut sesudah 300mtr yang pertama.
Contoh : suatu mesin bulldozer 4 tak mempunyai teenaga = 100Hp ( horse power) diatas 300mtr kehilangan tenaga 3% setiap 300mtr sesudah 300mtr pertama.
Cara I :100 Hp - (3% x 100 ( 300-300))/300
100 Hp -27 = 73 Hp
Cara II : Tenaga yang hilang ≫(3% x p ( T-300))/300 = (0,03 x 100 (3000-300)/300
= 27 Hp
Tenaga tersisa ≫ P = 100-27
= 73 Hp

Daya tarik alat berat (mesin) roda besi : drawbar pull (DBP) yaitu besarnya daya tarik yang diberikan oleh alat berat menggunakan roda besi/rantai. Rolling resistance (standard) RR = 55 kg/ton.
Daya tarik alat berat (mesin) denganroda karet Ringpull (Rp) yaiu besarnya daya tarik yang diberikan alat berat dengan roda karet. Formula pendekatan ≫ Rp = (375 x Hp x Efisiensi)/(Kecepatan (km/mil))

CYCLE TUNE (WAKTU PUTARAN)
Adalah waktu yang diperlukan oleh sebuah alat berat untuk operaasional satu putaran lebih atau komplit dari satu tingkat sampai kembali ketingkat semula.
Total Cycle Time = = (Fixed time x Variable time)/Efficiency
Fixed time : waktu tetap yaitu waktu yang diperlukan untuk ergi dan balik ke tempat operasional, seperti : waktu memuat, berputar dan dumping.
Variable time : waktu dalam perjalanan pada jalan, tergantung pada panjang jalan dan keadaan jalan tersebut

TANJAKAN IZIN (GRADABILITY ) TRAKTOR
Tanjakan maximum traktor (alat berat roda besi maupun roda karet) tergantung atas faktor-faktor sebagai berikut :
Tenaga yang diberikan (kemampuan) mesin dan pembatasan-pembatasan Dbp?Rp yang dimilikinya.
Rr (rolling resistance)pada jalan hantar
Berat total alat berat dengan beban yang ada diatasnya
Tanjakan yang dapat dilaksanakan
Contoh soal : diketahui crawlws tractors, roda besi mempunyai Dbp izin = 16,875 ton, rolling resistance = 25kg/yon, berat traktor 20,25ton
Ditanyakan : berapa tanjakan maximal yang dapat dilaksanakan ( efisisnsi Dbp besarnya 85%).
Penyelesaian : Max Dbp = 16,875 x 0,85 = 14.328
Akibat : Rr = 20,25 x 25 = 0,50625-
Daya dorong effisien = 13,822
Tanjakan 1% = 10kg/ton
Daya dorong tanjakan : 20,25 x 10 = 2202,5 kg
Jika ditanyakan Max = 13,822/202,5 = 68%
Misalnya traktor ini digabung dengan Scrappul dengan berat total 40 ton dgn Rr 100kg/ton.

Penyelesaian :
Akibat Rr : 40 x 100 = 4000kg
Berat total traktor + scrapull = 20,25+40 = 60,25 ton
Daya dorong Eff = 14328 – ( 506,25 + 4000 ) = 0821,75 kg
1% tanjakan + 60,25 ton x 10 kg/ton = 602,5 kg
Tanjakan Max = 9821,75/602,5 = 16%

WHELL TRACTOR ( RODA KARET )
Formula : K = (972 x T x G)/(R x W) –N/20
Tanjakan max
Dimana : K = tanjakan izin traktor roda karet
T = nomor torsi mesi ( power feet )
G = total pemakaian gigi ( jumlah )
R = jari – jari roda ( inche)
W = berat total alat berat ( power/lb )
N = rolling resistance
Secara umum, traktor ialah alat berat yang berfungsi untuk menarik dan mendorong beban/material. Apabila ditambah dengan peralatan khusus maka traktor dapat berfungsi sebagai alat muat, alat gali, alat pembersihan lapangan ( stripping ) dan sebagainya.










PEKERJAAN PEMINDAHAN DAN PERATAAN TANAH
Traktor : type-type traktor
Roda Rantai ( Crawles/kelatas )
Roda Karet ( Whell )
Scapper adalah peralatan untuk pemindahan tanah untuk menggali, mengankat dan memuat sendiri tanpa bantuan alat lain.
Grader adalah peralatan yang dipakai untuk membentuk kemiringan tanah seperti yang direncanakan (grading). Grader dapat digunakan untuk penampungan tanah bangunan, pengisian galian dan penggusuran.
Bulldozer adalah traktor yang dilengkapi dengan alat-alat (attachement) dozer. Alat ini digunakan lurus kemuka dan bila dibutuhkan digunakan sebagai pendorong ke samping dipakai anple dozer. Klasifikasi bulldozer :
Cable controlled
Hydraulic controled
Loader digunakan dalam pekerjaan mengangkat dan mengangkut sebagian besar material seperti tanah, batu-batuan, untuk ditanah diatas dump truck.

PEKERJAAN PENGGALI DAN PEMUAT (EXCAVATING EQUIPMENT)
Power shovels digunakan untuk menggali tanah untuk kemudian ditaruh di atas truck atau tractor pulled wagon atau conveyor belts.
Back Hoe adalah termasuk golongan power shovels. Hoe dapat berupa back hoe, back shovels dan pull shovels.
Draglines adalah peralatan yang digunakan untuk menggali tanah pada kedalaman tertentu. Type-type dragline : Crawler Mounted, Whell Mounted, dan Truck Mounted.
Clamashells and cranes, digunakan untuk penggalian material-material lepas seperti pasir, kerikil, batu-batuan disamping bersama untuk melaksanakan pemindahan peralatan (kecil/sedang) dari satu tempat ketempat lainnya.
NB : Ke 4(empat) peralatan tersebut diatas sering disebut kelompok peralatan penggali dan pemuat.

PEKERJAAN MENGANGKUT
Dalam PTM, kegiatan untuk mengngkut kemudian membuang dipergunakan dump-truck dan dump-truck wagon. Truck mempunyai kecepatan tinggi, kapasitas berat dan biaya operasional relative murah.
Jenis-jenisnya :
Dump truck/ Rear dump truck : truck dengan metode dumping kebelakang/searah garis pekerjaan.
Side dump : truck dengan metode damping ketepi/ksamping
Wagon/battom dump wagon : truc (wagon) dengan metode pembuangan kebawah melalui alas/bantalan bak wagon

PEKERJAAN PEMADAT
Pekerjaan pemadat dilakukan pada dasar timbunan material terutama pada pekerjaan jalan raya, lapangan terbang, bendungan dan sebagainya.
Pemadatan dilakukan dengan penumbukan atau penggilasan, alat pemadat dapat berupa tampes (penumbukan) dan rolles (penggilasan).
Pemadatan bertujaun untuk memperkecil ruang-ruang udara dalam tanah/material (seminmal mungkin).

Proses pemadatan tergantung dari : gradasi, kadar air, dan usaha pemadatan.
Peralatan Pekerjaan Pemadat
Roal roller adalah mesin gilas roda 3 ( three whell rollers )
Tandum roller untuk penggilasan fhinising (permukaan halus)
Mesh and segment roller : untuk kegiatan pemadan lapisan yang cukup tebal digunakan rolle roda khusus seperti mesh-gid.
a. Pneumatic tired rollers ialah peralatan yang terdiri dari roda-roda karet/susunan roda-roda sedemikan sehingga jalan-jalan yang dilalui roda depan jatuh diantara jalan yang tidak dilalui roda belakang
b. Pneumatic tired rollers : jenis rollers ini ditarik oleh traktor.
Kecepatan rata-rata alat pemadat :
Tandem roller : 5-8 km/jam
Motorized sheep foot rollers : 5-8km/jam
Alat pemadat daya getaran ( vibrating convaction )


Produksi alat pemadat
Rumus I : A = (V x L x F)/N (m2/jam)

Dimana :
II : C = = (L x V x x 16,3)/N (vol = cuyd/hr)

Diman :



Cara-car penggilasan
Mengikuti pola
Over laping tiap penggusuran
Pada permukaan jalan yang miring ( pot. Melintang ), untuk penngilasan dimulai dari tepi yang rendah

KLASIFIKASI ROLLER
Susunan roda gilas
Penggilas roda 3 ( three whell roller )
Penggilas tandem ( tandem roller )
Bentuk roda gilas (permukaan roda gilas)
Roda-roda halus (plain whell)
Roda khusus yang beralur (segment/sheef foot roller)
Bahan roda gilas
Roda baja (steel whell)
Roda ban karet (pneumatic)
Cara bergeraknya
Bergerak sendiri (self propelat)
Ditarik (towed)

Cara pemadatan
Pemadatan/penggilasan biasa
Penggilasan disertai getaran (vibrating)

Peralatan pekerjaan pemadatan
Roda roller adalah mesin gilas roda 3 ( there whwl rollers ), klasifikasi berat roller adalah 3-10 ton. 10 ton (kurang) ≥ ton (diisi).
Tandem roller adalah untuk penggilasan fhinising (permukaan halus), klasifikasi alat adalah 6-8 ton dan 8-10 ton. Jika alat ini diberi mesin getar disebut vibrating roller.
Mesh and segment roller adalah unutuk perlatan lapisan yang cukup tebal dignakan roda-roda khusus seperti mesh grid, mesh grid (anyaman), segment (lempung) dan sheep foot roller.
Keuntungan menggunakan mesh and segment rollers adalah jenis alat ini merupakan alat bertekanan daya kesatuan las yang besar dan bidang-bidang rodanya yang dapat masuk kedalam tanah sehingga terjadi pemadatan dari tempat lapisan yang dikehendaki.
Pada saat penggilasan, bila terdapat air berlebihan yang dikandung dalamlapisan roller berguna untuk menekan air tersebut hingga keluar (terpencar) dan hanya tertinggal air yang dibutuhkan untuk pemadatan.

Sheep foot roller berupa


Susunan rodanya sebagai berikut ;
Parallel-double
Inline/double drum
Kombinasi a dan b (lebih dari dua roda)

Pneumatic tired rollers ialah peralatan yang terdiri dari roda-roda karet/susunan roda-roda sedemikan sehingga jalan-jalan yang dilalui roda depan jatuh diantara jalan yang tidak dilalui roda belakang
Peralat ini memanfaatkan efek remasan/kneading action dan air yang terdapat didalam bahan urugan dapat ditekan keluar sehingga air akan menguap pada udara pass.
Pneumatic tired rollers : jenis rollers ini ditarik oleh traktor. Beberapa manfaat/keuntungan menggunakan alat :
invesmentnya lebih rendah
berat roller bias tinggi sekali karena dapat dimuati ballast yang bisa mendekati berat 100 ton
akibat tekanan angina dapat berpengaruh untuk mempercepat pemadatan.
Missal :
Tekanan 6 kg/cm2 diperlukan 8 pass (lintasan)
Tekanan 7,5 kg/cm2 diperlukan 4 pass


Kecepatan rata-rata alat pemadatan
Tanden roller : 5 s/d 8 km/jam
Motorized sheep toot : 5 s/d 8 km/jam
Motorized pneumatic : 5 s/d 8 km/jam
Sheep tored whell tractor : 5 s/d 10 km/jam
dan : 8 s/d 16 km/jam
sheep tored tired tractor : 3 s/d 4 km/jam
dan : 5 s/d 6,5 km/jam

Alat pemadatan dengan getaran (vibrating compaction)
Ada beberapa macam alat pemadatan tanah non cohesive antara lain :
Vibrating sheep foot rollers
Vibrating steel drump rollers
Vibrating pneumatic tired rolers
Vibrating plates
Rammer plates (stampers)
Bahan peledak juga baik dilaksanakan dalam proses pemadatan tanah sebab dari ledakan bahan tersebut dapat menimbulkan tekanan yang mendadak pada lapisan tanah. Penggunaan bahan peledak ini sebaiknya untuk daerah yang bebasa dari hambatan, dodasrkan atas raidius bebas sesuai ketentuan yang berlaku.

Diketahui suatu power shovel dengan kapasitas bucket 1 cuyd untuk melakukan galian jenis tanah liat dengan kedalaman sekitar 7,5 feet. Sudut swing diperkirakan 75o, factor job condition dalam keadaan sedang, kerja dalam keadaan baik.
Diminta hitung proses output shavel tiap jam !

Penyelesaian : lihat table sudut swing
Lihat table management condition
Job condition = sedang
Untuk tanah 1 cuyd power shovel mempunyai kapasitas kedalaman penggalian (standard) sebesar 9 feet dan daya outpun 1 jam sebesar 145 cuyd.
Menghitung presentase kedalaman optimal:
7,5/9x 100% = 83,3%
Kapasitas power shavel 1 jam : 0,69 x 1,040 x 145 = 104 cuyd
1 jam = 60 menit, efektif kerja 50 menit (max). jadi50/60 x 104 cuyd = 86 cuyd
Apabila diketahui cycle time pada alat angkat : truck, hitunglah jumlah truck yang diperlukan !
Untuk truck, operasional dalam 1 jam 6 cuyd dengan cycle time power shavel : 30 menit dan cycle truck = 15 menit
Maka :50/15 = 3,33 x /jam
= 3,33 x 6 = 19,2 ∞ 20 cuyd
Kebutuhan truck : 86/19,2= ∞ 5 truck

Suatu proyek pemukiman baru/real-estate perlu tanah 1.000.000 cuyd (tanah asli), jarak jalan hantar (untuk angkutan) 0,66 mil, tanjakan, 22% dipakai alat gali power sahavel memanjang dan job condition dalam keadaan baik (=0,80)
Output alat gali = 390 cuyd/jam
Efektif output adalah 0,80 x 390 = 312 cuyd/jam
Rr = 60 lb/ton, koefision traksi = 0,60, alat angkut dump truck dengan output 15 cuyd (bank)
Kapasitas angkut = 40.000 lb
Berat kasar = 36.800 lbh
Diminta kebutuhan truck
Penyelesaian : pembagian berat = depan: 12.000 lb, tengah 32.400lb, belekang 32.400 lb.
Lihat table sisi (gear)
Kontraksi : 32.400 x 0,60 = 19.400 lb
` jadi masih bias dipakai pada jalan hantar tersebut
Gigi 1, speed = 3,2 Mph Rr = 19.900
Resistance (tekanan) : 60 lb/ton
Tanjakan = 2,2 x 20 : 44 lb/ton+
104 lb/ton
Kapasitas = 38,4 ton x 104 lb/ton = 3.994 lb
Kapasitas gigi 3, speed = 11,9 Mph
Tekanan : 60 lb/ton
Tanjakan : 44 lb/ton -
16 lb/ton
Berat kapasitas :36.800/2.000 = 18,4 ton
Kapasitas = 18,4 x 16 lb/ton = 294 lb
Gigi 5,speed = 32, 7 Mph

Cycele time :
Waktu memuat (banyaknya kapasitas truck)/(ouput power shavel tiap jam) = (15 cuyd)/(312 cuyd/jam) = 0,0482 jam
Kehilangan waktu (ditanjakan) : 15 menit = 0,025 jam
Waktu dari galian kelokasi urugan :0,66/11,9 = 0,0555 jam
Waktu dumping dan berputar : 1 menit = 0,0167 jam
Waktu dari urugan kembali kegalian 0,66/32,7 = 0,0202 jam
Waktu 1 round trip = 0, 1656 jam
1 jam = 60 menit, efektif kerja = 50 menit
Banyak kali angkut = 1/0,1656 x 50/60= 5,02 jam
Output dump truck : 15 cuyd x 5,02 = 75,30 cuyd/jam
Banyak truck yang dibutuhkan :312/75,30 = 4,15 ∞ 5 truck

Menetapkan harga/biaya opersional
Misalkan : sewa truck = Rp 10.000/jam
Harga tanah = 10.000/75,30 = Rp 132,8 / cuyd
Sewa power shovel = 25.00/312 = Rp 80,1 / cuyd
Maka biaya operasional dan power shovel + truck= 80,1 + 132,8
=Rp 212,9 /cuyd
Bila lokasi pekerjaan = 1000 mtr diatas permukaan air laut maka tenaga alat berat akan berkurng :(3% (1000-300))/300 = 7 %
Berarti tenaga manfaat sebesar: (100-7)% = 93% atau 93% x rimpull

PENDAHULUAN

Komposisi Tanah dan Istilah
Tanah merupakan campuran dari partikel-partikel yang terdiri dari salah satu atom seluruh jrnis berikut :
Berangkal( boulders ), yakni potongan batuan yang besar biasanya di ambil lebih besar dari 250 sampai 300 mm.
Untuk kisaran ukuran 150 sampai 250 mm, fragmen batuan ini dapat disebut Kerakal ( cobbles)atauPebbles.
Kerikil (gravell), yakni partikel batuan, kisaran ukuran 5 mm sampai 150 mm.
Pasir (sand), yakni partikel batuan, kisaran 0,0074 mm sampai 5 mm. Berkisar dari kasar ( 5 sampai 3mm ) sampai halus (< 1 mm).
Lanan (silt), yakni partikel batuan yang berukuran dari 0,002 mm sampai 0,074 mm.
Kualitas deposit-deposit yang disedimentasikan ke dalam danau-danau atau dekat-dekat pantai pada muara sungai. Deposit Loess dihasilkan oleh angina yang menganngkut partikel-partikel Lanan itu ke lokasi (Quarry). Angkutan oleh angin ini membtasi ukuran partikel sehingga deposit yang dihasilkan mempunyai ukuran butir yang hampir sama.
Lempung (clay), yakni partikel yang berukuran lebih kecil dari 0,002 mm.
Partikel – partikel ini merupakan sumber utama dari Kohesi didalam tanah yang “Kohesif”.
Koloid (colloid), yakni mineral yang “diam” berukuran dari 0.001 mm.
Banyak deposit tanah yang mengandung prsentasi partikel-partikel yang disebut diatas. Apabila suatu ukuran partikel merupakan deposit yang terbanyak maka deposit tersebut akan diberi nama partikel tadi, misalnya pasir, kerikil, kerikil kepasiran, lempung dan sebagainya. Suatu pengecualian terdapat pada Lempung dan Lenan, dimana deposit Lenan yang lebih dominan dengan kandungan Lempung dari 10 sampai 25 persen, akan disebut “Lempung”.
Deposit - deposit pasir, kerikil, dan campuran pasir-kerikil dapat berupa Lepas (loose), sedang (medium), atau padat (dense), berdasarkan kepadatan partikel-partikelnya yang dapat ditentukan secara visual atau lewat percobaan benda-benda ini atau koloid biasanya adalah diam (tidak kohesif) tetapi mungkin secara alamiah terikat oleh proses-proses Geologi seperti terendam didalam dasar laut, dan kemudian timbul kembali, hujan dan dikomposisi dengan bahan-bahan organis dipermukaan tanah dan berbagai faktor lainnya.
Mineral Lempung adalah bahan pengikat utama dalam beberapa deposit, terutama deposit yang berupa “semuanya Lempung”. Deposit tanah kohesif dapat lunak, kaku, keras dan sebagainya tergantung dengan kadar air waktu itu dan sejarah Geologisnya dalam menghsailkan setiap penggabungan partikel-partikel.
Istilah-istilah deskriftif tambahan dapat diadakan sepenuhnya tetapi “Tanah” tersebut telah mempunyai nama. Terkadang terminologi lokal dapat dipakai untuk menerangkan suatu deposit dari suatu atau lebih tanah dengan keadaannya yang khusus (warna, kelengketan, kekerasan, pelapisan).

Tanah Tidak Kohesif dan Kohesif
Apabila karakter fisis yang terdapat pada massa butir-butir tanah dimana pada pembasahan dan atau pengeringan yang menyusup butir-butir tanah bersatu sesamanya sehingga suatu daya akan diperlukan memisahkannya dalam keadaan kering tersebut, maka tanah tadi disebut Kohesif. Apabila butir-butir tanah terpisah-piah sesudah dikeringkan dan hanya bersatu dalam keadaan basah karena daya tarik dalam permukaan air, maka tanah ini disebutTidak Kohesif.
Tanah tidak kohesif berupa plastis, plastis ataupun berupa cariran kental, tergantung pada nilai kadar air waktu itu. Tanah tidak kohesif memperlihatkan tiadanya garis batas antara keadaan plastis dan tidak plastis. oleh karena jenis tanah ini tidak plastis untuk semua nilai kadar air. Tetapi dalam beberapa kondisi tertentu suatu tanah yang tidak kohesif dengan kadar air yang cukup tinggi dapat bersifat sebagai suatu cairan kental.
Tarikan permukaan membersihkan tanah-tanah yang tidak kohesif, suatu kohesi semu ( apparent cohesion ) yang disebut demikian oleh karena kohesi akan hilang apabila tanah itu bener-benar kering atau benar-benar jenuh. Dari segi pandangan praktis, tanah yang tidak kohesif dengan tanah kohesi semu ini (lembab sampai basah tapi tidak jenuh), dapat digali dengan vertical untuk kedalaman yang dangkal atau dibor dengan lubang yang akan tetap utuh. Tetapi apabila tanah itu mengering atau menjadi jenuh, kohesi semu tadi akan hilang dan pinggir-pinggir galian atau lubang bor tadi akan runtuh.

Tekstur Tanah
Tekstur tanah dapat didefinisikan sebagai penampilan visual suatu tanah berdasarkan komposisi kualitatif dari ukuran-ukuran butir tanah dalam suatu massa tanah tertentu. Partikel-partikel tanah yang besar dengan beberapa partikel kecil akan terlihat kasar atau disebut tanah yang bertekstur kasar. Gabungan partikel-partikel yang lebih kecil akan memberikan bahan yang bertekstur sedang, dan gabungan partikel-partikel yang berbutir halus akan menghasilkan tanah yang bertekstur halus.
Dapat diamati pula bahwa bahan-bahan yang berbutir halis dapat memberikan tekstur yang kasar, sehingga sehingga kita harus mengaitkan pula tekstur ini dengan keadaan partikel-partikel tanah itu.Tekstur yang berdasarkan penampilan visual sering dipergunakan dalam klasifikasi tanah untuk bahan-bahan yang tidakj kohesif seperti pasir kasar, pasir dan kerikil agak kasar, pasir halus, dan sebagainya. Tekstur tidak dipergnakan untuk tanah-tanah yang kohesif, oleh karena keadaan tanah adalah suatu faktor dalam penentuan tekstur ( bongkah dapat dihancurkan).

Eksplorasi Tanah dan Pengambilan Contoh
Setiap orang yang berjalan disepanjang jalan raya atau melintasi bukit-bukit tentu telah mengamati berbagai jenis tanah atau paling tidak warna yang telah diliatnya.Seseorang yang telah mengunjungi lokasi suatu bangunan dimana penggalian untuk lantai bawah tanah atau lantai dasar telah dilakukan tentu juga telah mengamati beberapa jenis dan warna tanah yang telah tersingkap.
Dari pengamatan yang terbatas inilah dijumpai bahwa tanah yang terdapat di alam ini memiliki berbagai variasi. Dengan eksplorasilapangan dapat diketahui data mengenai kondisi permukaan dan bawah permukaan dari suatu tempat yang akan ditinjau/dipergunakan untuk bahan bangunan, untuk mengetahui sifat-sifat fisis dan indeksnya. Tergantung dari pemakaian tanah atau penggunaan tanah dilapangan nanti, contoh yang tidak terganggu secara relative mungkin perlu diperoleh pula untuk membuat perkiraan mengenai sifat-sifat tekhnis yang berkaitanm dengan kekuatan,stabilitas,dan ukuran air.
Faktor utama, dimana dibutuhkan eksplorasi tanah ialah :
Keperluan untuk menggunakan tanah yang tersisa sebagai tempat konstruksi oleh karena lokasi yang lebih baik telah dipakai oleh bangunan-bangunan lain. Hal ini terutam terdapat disekitar daerah perkotaan.
Keperluan untuk memakai tanah yang telah direklamasi separti tempat penimbunan tanah yang telah lama dan daerah perkotaan yang telah diperbaharui kembali. Yang disebut terakhir ini sering mengandung pecahan-pecahan batu atau material daari lantai-lantai dasar yang telah dibongkar, tanpa adanya control kualitas dari timbunan tersebut.
Syarat-syarat atau peraturan bangunan local.
Kemungkinan adanya tuntutan hukum apabila suatu pendisainan kembali yang cukup berarti harus dilakukan apabila tempat itu akan dibangun. Kehancuran bangunan akibat penurunan atau masalah fondasi lainnya akan dapat dihindarkan dengan penyelidikan tanah ( yang diinterprestrasikan secara benar) sehingga tuntutan terhadap konsultan dan perencana akan dapat dihindarkan. Sesuai dengan kebutuhan,maka uraian mengenai eksplorasi tanah dan pengambilan contoh ini dicantumkan secara terbatas.

Beberapa Masalah Khas Pada Tanah, Sehubungan Dengan Pemindahan / Pengambilan Tanah Secara Mekanis
Untuk meletakkan uraian pada perspektif yang sesuai, beberapa masalah khas pada tanah dimana seorang ahli tekhnik sipil akan ikut menangani adalah :
Dalam program ekplorasi tanah untuk memeriksa kondisi-kondisi lapangan, beberapa titik bor yang dibutuhkan dan berapa dalamnya, berapa jumlah contoh yang diperlukan dan percobaan apa saja yang perlu dilakukan.
Berapa tegengan tanah untuk kedalaman tertentu akibat dari adanya superstruktur atau pembebanan tanah timbunan. Dapatkah tanah menahan tegangan ini tanpa terjadi suatu keruntuhan geser.
Berapa besar penurunan yang diharapkan pada sebuah struktur sebagai akibat penambahan tegangan tanah, berapa lama baru penurunan tadi akan terjadi.
Apak tanah ini sesuai untuk tanah timbunan jalan raya atau jalan kereta api, untuk digunakan sebagai bahan bendungan yang akan menampung air atau untuk bending timbunan yang akan menampung limbah-limbah industry tanpa membocorkan polutan-polutan lingkungan.
Dapatkah tanah ini langsung dipergunakan sebagai tanah timbunan atau apak ah ia memerlukan pencampuran untuk merubah sifat indeks yang tidak diinginkan sebelum dipakai. Dapatka kita menggunakan pencampur-pencampur(additives) yang sebenarnya juga polutan lingkungan seperti abu batubara (flyash),yang merupak produk samping dari batubara,limbah pabrik kertas atau limbah hasil tambang.
Apakah yang terjadi pada struktur tanah apabila muka air tanah ber Flaktuasi. Apakah memompa untuk meniadakan air pada suatu galian akan menimblkan masalah lingkungan.
Apakah pengaruh dari kelembaban tanah pada volume massa tanah.bagiman perubahan volume dapat dikontrol untuk suatu pengerasan, untuk struktur-struktur lainnya yang termasuk pembanguna daerah-daerah pemukiman.
Berapakah tingkat gerakan air yang melalui massa tanah atau dapatkahia dikeringkan secara tepat.apakah satu sumur akan memberikan supplai yang cukup. Apakah bendungan yang dibangun diatas tanah ini akan tetap dapat menahan atau menampung air.
Berapakah kemiringan tanah galian yang dapt dibuat untuk tanah 1 : 2 (1v : 2h), 1 :1 1/2 1 : 1 atau berapa ?
Ini dapat menimbulkan masalah ekonomi yang serius untuk pembangunan-pembanguna jalan raya atau kereta api yang terutama disebabkan oleh volume galian galian tambahan dan tambahan hak penguasaan jalan yang diperlukan.
Dapatkah suatu tempat dijadikan suatu timbunan dan tempat galian atau sebagai tempat pembuangan limbah-limbah industry tanpa menyebabkan polusi pada air tanah.

Penyelesaian untuk beberapa masalah tersebut perlu mendapat perhatian dan jelas bahwa apabila beberapa pertanyaan diatas tidak dijawab dengan sesuai atau apabila factor resikao akan terlalu tinggi suatu keruntuhan atau kegaga;an akan terjadi. Kegagalan ini mungkin akan mengambil salah satu bentuk sebagai berikut:
kerusakan struktur terhadap bangunan akibat penurunan yang terlalu berlebihan atau akibat penurunan yang berbeda ( Differential Settlement ).
Jalan-jalan yang bergelombang akibat penurunan yang berbeda pada suatu timbunan atau pertemuan antara galian dan timbunan.
Keruntuhan timbunan atau bending, yang mungkin akibat dari keruntuhan kemiringan (slope), atau penurunan yang berlebihan, atau keruntuhan pada fondasi atau keruntuhan pada timbunan itu sendiri.
Keruntuhan bendungan yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk timbunan sepeti point C diatas atau bocoran-bocoran yang berlebihan melalui timbunan atau tanah dasar.
Dan sebagainya.


PEKERJAAN TANAH
Pekerjaan Timbunan Tanah
hal-hal yang perlu diperhatikan didalam pekerjaan timbunan tanah sebagi berikut :
karena beratnya sendiri, tanah timbunan iut makin lama makin menjadi padat dan oleh karenanya, tingginya semakin berkurang.
Akibat pembebanan tanah timbunan (baru) tersebut, tanah dasar (di bawahnya ) akan mengalami penurunan juga.
Besarnya penurunan (Z) tergantung pada jenis material timbuna yang dipakai, misalnya : pasir, tanah liat, tanah liat bercamour pasir atau yang lainnya.
Besarnya Z tergantung pada cara pengerjaan penimbunan tanah itu, apakah ditumbuk/dipadatkan, tidak ditumbuk, digilas, disemprotkan dari kapal keruk atau dengan cara lainnya.
Besarnya Z juga tergantung pada lapisan-lapisan tanah di bawah, tebalnya, jenisnya,tingkat kepadatannya dan sebagainya.

Dalam praktek, masing-masing Z penimbunan tanah berlaina, tergantung dari keadaan tersebut diatas, diambil antara 5-25% dari tinggi timbunan (kadaan mengembang) secara teoritis harus diperhitungkan dengan menggunakan prinsip-prinsip terkemuka tanah, diantara teori Terzaghi dan teori Konsolidasi.

Gambar :


Jumlah turunan tanah timbunan adalah banyaknya nila susut timbunan (Zh) ditambahkan nilai susut lapisan-lapisan dibawah timbunan :


Dimana : Zh = besarnya susut timbunan tanah (baru)
h = tinggi timbunan tanah semula
d = tebal lapisan tanah dibawah timbunan

Beberapa pekerjaan timbunan tanah yang dijumpai di proyek-proyek bangunan sipil, antara lain :
Penimbunan didataran luas, bertujaun untuk pendirian gedung, monumental, DAM/waduk.
Penimbunan sebagai penahan pengkikis/tembok penahan dermaga.
Dan sebagainya.

Pekerjaan Galian Tanah
Beberapa macam tipe penggalian tanah, yang dikerjakan menurut keadaan tempat/lokasi sebagai berikut:
Galian tanah oleh peralatan besar didaerah yang luas, misalnya untuk pembuatan lapangan terbang, pembuatan bendungan/waduk penampung air.
Galian tanah memanjang, misalnya untuk saluran air,terusan/kanal/ jalan raya, jalan kereta api, terowongan air atau jalan (dilembah,dataran, atau pegunungan).
Dan sebagainya.
Mengingat keadaan suatu daerah (topografi) dan agar pekerjaan suatu galian dapat produktif maka perlu diperhatikan kemungkinan tanah-tanah yang akan digali itu dapat diangkut ketempat pembuangan/areal penimbunan. Sedapat mungkin hasil tanah tersebut dimanfaatkan secara efektif, baik untuk penimbunan di areal sekitarnya yang diperlukan maupun ditempat lokasi pekerjaan lainnya. Kiranya sarana dan prasaran untuk mengangkut tanah dari tempat galian ketempat timbunan disediakan serta hindarilah pembuangan tanah galian secara cuma-cuma karena hal itu banyak mempengaruhi produktivitas pekerjaan.

PEKERJAAN PEMINDAH DAN PERATA TANAH
Traktor
Teraktor banyak digunakan terutama untuk menarik dan mendorong. Traktor juga dipakai untuk memuat bermacam-macam type dari peralatan tambahan seperti : Front and Sharvel, Rippers, Bulldozer Blodes, Side Booms, dsb.
Type-type traktor :
Type traktor roda rantai ( Crawler Tractors )
Type traktor ban karet ( Wheel Tractors )

Traktor Roda Rantai ( Crawler Tractors )
Crawler Tractors dipilih atas dasar tenaga yang disediakan oleh mesin (Hp) dan berat seluruhnya dari Gross Vehicle Weight Crawler Tractor, sebab drawbar maximum dari teraktor tergantung dari tenaga yang diediakan oleh mesin (Hp), berat Crawler Trctors seluruhnya dan koefisien traksi. Sebagian besar Crawler Tractor dilengkapi denga Torgul Converter Drivers dan Power Sift.
Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pabrik-pabrik membuat Crawler Tractor dengan dengan dilengkapi pilihan atau bisa digunakan Crawler Tractor dengan Direct Drive/Crawler tractor dengan Torgul Converter dan Power Sift Tranmissions.

Crawler tractor dengan direct drive
Tabel dibawah ini, memberikan informasi yang berhubungan dengan data kemampuan mesin untuk traktor yang dilengkapi dengan direct drives ( Representative Specivication and Perfoment data for Crawler tractors equipped with direct drive ).

Appoximate Operating weight (lb) 18.300 32.000 47.000
Fly Whell, hp 93 160 235
Drawbar, hp 75 128 187
Ratio, lb per hp 197 200 200

FERNONTIANCE DATA
Speed Drawbar Speed Drawbar Speed Drawbar
Mph Fpm Pull,lbh Mph Fpm Pull,lbh Mph Fpm Pull,lbh
Gear,Forward
1st 1,75 150 17.240 1,5 132 32.500 1,5 132 44.400
2nd 2,7 238 10.470 2,2 193 22.700 1,9 167 34.500
3rd - - - - - - - - -
4th 3,7 326 7.090 3,1 272 15.00 2,7 238 24.100
5th 3,5 458 4.670 4,6 405 9.390 3,5 307 17.750
6th - - - - - - 6,3 555 8.450

Gear Reserve
1st 2,1 185 13.670 1,8 158 28.470 1,5 132 43.700
2nd 3,3 290 8.180 2,5 220 18.935 2,0 176 33.900
3rd 4,6 405 5.440 3,7 325 12.390 2,7 238 23.700
4th 6,4 563 3.480 5,4 475 7.620 3,6 317 17.400
5th - - - - - 4,6 405 12.700
6th - - - - - 6,4 563 8.250

Umumnya spesifikasi dari beberapa pabrik terdiri dari 2 set drawbar pull, yaitu Rated dan Nakimur
Rated adalah drawbar pull yang digunakan terus-menerus dalam waktu yang panjang ( continuous operarion ).
Nakimus adalah drawbar pull yang digunakan dalam periode yang pendek, umpamanya, bila alat melewati tanah yang lunak sebaiknya mesin harus mengupayakan daya tarik yang tinggi untuk melintasi uneda lunak tersebut.

Crawler tractor dengan torque converter dan power sift transmissions
Sebagian besar crwler tractor dilrngkapi dengan torque converter drive dan power sift.















Crawler tractor power shift, engine, fwhp = 235
Operting weight = 47.500 lb
Speed, Mph

Gear Forward Ressive
First 0,0 – 2,4 0,0 – 2,8
Second 0,0 – 4,2 0,0 – 4,8
third 0,0 – 6,5 0,0 – 7,5

Pada grafik diatas menunjukkan bahwa traktor akan dioperasikan pada first gear dan mendapatkan speed max. 1,33 Mph.
Disimpulkan : usahakan gear dipilih gera yang lebih tingggi supaya memungkinkan mandapatkan kecepatan tinggi.
Equipment drawbar pull yang harus disediakan oleh traktor tanpa mengabaikan apakah direct driv atau power shidt tyre, yakni jumlah aljabar dari pull yang diharuskan oleh beban gandengan, pengaruh grade pada tarctor, pengruh penambahan atau pengurangan akibat rolling resistane pada traktor.
Contoh :
Dianggap data kemampuan dari mesin traktor seperti pada grafik diatas. Ditentukan drawbarpull 12.000 lb termasuk beban gandengan. Grade 6% diatas pauld road, rilling resistane 80 lb/ton.
Tentukan :
Equipment drawbarpull yang diinginkan dan speed maximum untuk traktor, bila berat traktor = 23, 75 ton.
Penyelesaian :
Equipment drawbarpull adalah :
Required by fored load = 12.000 lb
Required grade = 2.850 lb +
Sub total = 14.850 lb
Reduction in rolling resistance
= 23,75 (110 – 80) = 712 lb
= 14. 138 lb
Traktor ban karet ( wheel tractor )
Salah satu keuntungan utama dari wheel tractor dibandingkan dengan crwler tractor adalah kecepatan lebih tinggi, yakni lebih dari 30 Mph. Namun apa bila wheel tractor diinginkan untuk mencadpai kecpatan yang tinggi maka wheel tractor tersebut harus mrngorbankan daya dorongnya. Disamping itu koefisien draksinya rendah antara ban karet dan permukaan tanah, maka wheel tarctor dapat sliip.

Data kemampuan untuk wheel tractor :
Table: spesifikasi untuk wheel tractor tyre equipped fordiscet drive.
Apporoximate weight lb(kg) 32.200 (14.560) 17.400 (8.050)
Engine, hp (kw) 275 (205) 180 (134)
Ratio, lb per hp (kg/kw) 117 (71) 98 (60)
Tire size, in (mm) 24 x 29 (610 x 738) 21 x 25 (534 x 635)

PERFORMANCE DATA
Gear Speed Mph (km/h) Rimpull lb (kg) Speed Mph (km/h) Rimpull lb (kg)
1st 2,16 (3,48) 25.000 (11.380) 3,41 (5,50) 15.850 (7.175)
2nd 4,18 (6,73) 17.100 (7.785) 7,25 (11,70) 7.450 (3.380)
3rd 7,15 (11,50) 10.050 (4.560) 12,63 (20,35) 4.280 (1.945)
4th 12,18(19,60) 5.880 (2.670) 22,28 (35,90) 2.420 (1.100)
5th 20,00(32,20) 3.580 (1.620) 35,03 ( 56,35) 1.540 (700)
Reseive 2, 79 (4,49) 25.000 (11.380) 4,35 (7,00) 12.440 (5.650)

To convert Mph to km/h, multioly Mph by 1,609.
To convert lb to kg, multiply lb by 0,454.







Note : Rampull speed cast for wheel tractor and scraper with power shift transmission usable rimpull will deperd on traction available and total weight of tractor drive wheels (Caterpillar Tractor Company ).
Contoh soal :
Data – data sama dengan contoh diatas ( hal 3 ). Tentukan maximum speed untuk tractor dengan berat total 88.000 lb.
Penyelesaian :
Grade = 6 %
Rolling resistance 80 lb/ton = 4 % +
Total resistance = 10 %
Required rimpull adalah : 88.000 x 0,10 = 8.800 lb. Pada grafik diatas, dapat memberikan salah satu dari 3 gigi dengan speed maximum 8 Mph, dengan gigi 2 dapat menggunakan direct drive.
Gradability ( kemampuan mendaki tanjakan )
Adalah kemampuan yang dapat ditempuh sebuah tractor crawler ata wheel type dari crawler tractor didapat dari sisa drawbar pull jadi setelah drawbar pull seluruhnya dikurangi kebutuhannya untuk mengatasi rolling resistance.
Contoh soal :
Tentukan gradibility dari crawler tractor yang menarik scraper, dengan data data sebagai berikut :
Tractor 180 Hp, berat 40,500 lb atau 20,25 ton
Drawbar pull pada gigi 1 = 33.714 lb, effisiensi = 85 %.
Berat loaded scraper 78.960 lb atau 39,45 ton
Rolling resistance untuk tractor = 160 lb/ton
Exist rolling resistance untuk tractor = 50 lb/ton
Rolling resistance untuk scraper = 210 lb/ton

Penyelesaian ;
Rilling resistane dari traktor : 20,25 x 50 = 1.012,5 lb
Rolling resistance dari scraper : 39,48 x 210 = 8.290,8 lb
Combinasi rolling resistance = 9. 303 lb
Drawbar pull available to overcome grade.
Max. available drawbar pull : 0,85 x 33.714 = 28.657 lb
Akibat roling resistance = 9.303 lb –
Pull available tor grade= 19.354 lb

Kombinasi berat traktor dan crape :
Traktor = 20,25 ton
Scraper = 39,48 ton +
Total = 59,73 ton
Pull required per ton per 1% grade = 20 lb
Pull requred per 1% grade = 20 x 59,73 = ∞1.195 lb

Maximum possible = 19.354/1.195= 16%

Bila traktor tanpa sraper :
Maximum available drawbar pull = 28.657 lb
Pull requred per for rolling resistance = 1.012,2 lb –
Pull available for grade = 27.644,5 lb

Pull requred per 1% grade = 20,25 = 405 lb
Maximum possible grade = 27.644,5/405 = 68%
Berarti traktor tersebut tidak mengalami slip.

Grdibility untuk tipe wheel traktor dapa ditentukan dengan penyelesaian seperti crwler tractor, disamping juga dapat dihitung dengan rumus :
K =(972 x T x G)/(R x W) - N/20
Dimana : K = Gradibility
T = Rated engine torgul, lb/ft
G = total gear reducting for particulor gear clacted
R = rolling radius, the loading of the loaded driving wheel
W = Gros weight of complete unit, lb
N = rolling resistance, lb/ton
Scraper
Srcaper adalah peralatan untuk pemindahan tanah yang dapat menggali, mengangkut, dan memuat sendiri tanpa bantuan alat lain. Jadi dapat dikatakan bahwa scraper merupakan kombinasi dari dozer, truck dan loader.

Usaha mempertinggi produksi scraper.
Untuk memudahkan mengangkut tanah dengan scraper, maka didepan scraper dipasang ripper.
Fixed time untuk scraper dapat pula dikurangi dengan cara menghilangkan gerakan memutar dengan cara menentukan 2 (dua) tempat pembuangan, untuk 1 (satu) tempat penggalian.







Untuk scraper, diusahakan muatan penuh sebab perbedaan muatan sedikit yang beroperasi beberapa kali akan mengalami perbedaan besar untuk jumlah seharusnya.
Dari segi konstruksi alatnya
Umumnya dioperasikan scraper unit, disebut juga traktor scraper.
Untuk penggalian roda bukit – bukit dusahakan :
Menggali dari puncak.
Menggali dengan arah tempat pembuangan muatan.
Menghindari adanya gerakan-gerakan memutar pada waktu kerja.
Grader
Grader adalah peralatan yang dipakai untuk membentuk pengiriman permukaan tanah seperti yang direncanakan (grading), biasanya digunakan sebagai pekerjaan fhinising. Disampng pekerjaan utama diatas, grader dapat juga digunakan untuk :
Meratakan tanah
Pencampuran tanah bangunan
Pengisian galian
Penggusuran
Grader suka berputar kebelakang, biasanya digunakan maju.
Produksinya diukur berdasarkan luas permukaan yang bisa dikerjakan/jam waktu, untuk menyelesaikan pekerjaan tergantung kecepatab yang dipakai tiap lintasan :
Struck capacity
Heaped capacity Carry Factor
Statis tipping load
MATERIAL CARRY FACTOR
Krikil/pasir uniform 85-90 %
Pasir basah 95-100 %
Tanah liat basah 100-110 %
Tanak bias + akar-akar 80-100 %
Bekas bahan bangunan 85-95 %
Kapsaitas untuk statis tipping load dibatsi oleh besar alatnya dan berat muatannya.

Bulldozer
Bulldozer adalah traktor yang dilengkapi dengan alat-alat (attachement) dozer. Alat ini digunakan untuk maju lurus kemuka dan bila dibutuhkan sebagai pendorong kesamping digunakan angle dozer.
Sebuah billozer dapat diklasifkasikan kedalam cable controlled atau hydranline control, yakni fungsinya dapat menekan kedalam tanah.untuk memperbesar daya gali yang dijalankan dengan sistem kabel. Tekanan kedalam tanah terbatas pada berat bladenya.
Dapat dikatakan bahwa bulldozer adlah peralatan yang dapat berguna untukbermacam-macam pelaksanaan pekerjaan dimulai dari awal hingga akir pekerjaan tersebut.
Spesifikasi sebuah dozer adalah berdasarkan :
Jenis roda penggeraknya.
Cara pengendaliannya.
Gerakan/type bladenya.

Penggusuran tanah dengan bulldozer :
Jarak angkat dibatasi sampai 300 ft atau ± 100 m baik untuk alat type crawler tau wheel tractor.
Kedudukan dozer blade waktu penggusuran tanah tersebut dilakukan dengan lintasan demi lintasan.

Cycle time untuk bulldozer terdiri dari :
Fixed time : measukkan gear, mempercepat gereakan, berhenti, pindah gera, mundur dan srbagainya.
Variable time : perjalanan bergerak, mendorong muatan kembali ketempat semula.

Produksi bulldozer :
Produksi sebuah dozer ditentukan oleh ukurran-ukuran pisau dozer, ditentukan oleh kekuatan mesinnya. Bila diketahui ukuran dozer blade serta macam tanah yang dikerjakan pada kecepatan gerak tetentu (gear tertentu) maka produksi dozer dapat ditentukan, menyatukan jumlah tanah ( BCY dan LCY) yang dapat digusur perjam.

Contoh soal :
Estimate produksi bulldozer, bila diketahui data-data berikut :
Material : sandy loam topsoil berat 2700 lb/cuyd.bm
Swell 25%
Haul distance : 100 ft
Bulldozer type crawler ractor : 72 hp
Ukuran meelboord panjang : 9,6 tinggi = 3
Kapasitas rata-rata : 3,6 cuyd loose volume

Penyelesaian :
Kapasitas meelboord bersih :3,6/1,25 2,88 cuyd.bm
Operating factor : 50 menit/jam

Probable round-triptime :
Pushing 100 ft a` 1,5 Mph = 100/(1,5 x 88) = 0,7576 menit
Returing 100 ft a`3,5 Mph = 100/(3,5 x 88) = 0,3246 menit
Fixed time, loading & shifting gear = 0,320 menit+
Total time = 1,4022 menit

Tripe per hari = 50/1,4022 = ∞ 35,7 kali
Produksi perhari + 35,7 x 2,88 cuyd = ∞ 102,82 cuyd.bm
= ∞ 103 cuyd .bm

Loaders
Loader digunakan dalam pekerjaan mengangkat dan mengangkut sebagian besar material seperti tanah,batu-batuan untuk ditaruh di dump truc /truck.
Untuk penggalian material, cara kerjanya sama seperti bulldozer. Tingkat produksi untuk sebuah loader traktor ditentukan oleh :
Fixed time ; load the bucked (bak), shift gear,turn and dump the load.
Waktu perjalanan dari loading ke dumping position
Waktu untuk return to the loading position
The actual volume of material hanled each trip
Contoh soal:
Misalkan traktor berjalan dengan kecepatan 80% pada gear 2,
Cycle time :
Fixed time = 0,40
Haul time 30ft/204 ftm = 0,15
Return = 0,12
Cycle time = 0,67 menit +
Efektif capacity = 90%
Kapasitas rata-rata untuk bucket : 2 ¼ cuyd = 0,9 x 2,25 = 2,025 ∞ 2,03 cuyd load volume
Produksi dalam 60 menit/jam dalah :
Jumlah cycle : 60/0,67 = 89,55 ∞ 89,56
Volume : 89,56 x 2,03 = 181,807 cuyd
Jika material swell 25% dan operating factor 45 menit/jam :
Maka volume :181,807/1,25 X 45/60 = 109,62 cuyd



TABEL-TABEL PENTING
Cycle time untuk type crawler tractor ( for on way distance,ft)
Haul Distance
(ft) 25 50 100 150 200
Fixed Time 0,45 0,40 0,40 0,40 0,40
Haul Time 0,12 0,24 0,49 0,73 0,98
Retun Time 0,07 0,14 0,28 0,42 0,56
Cycle Time (Min.) 0,59 0,78 1,17 1,55 1,94
Trip per Hari 76,3 57,8 38,5 29,1 23,2

Volume, one way distance, ft
Size Bucket Loose Cuyd Bank One Way Haul Distance, ft

25 50 100 150 200
1 ½ 1,08 82,3 62,5 41,6 31,5 25,1
2 1,44 110,0 83,5 55,5 42,0 33,5
2 ½ 1,80 133,0 104,0 69,5 52,5 40,8
3 2,16 164,6 125,0 83,2 63,0 50,2
4 2,88 220,0 167,0 111,0 84,0 67,0

Cycle time untuk type wheel tractor
Haul Distance
(ft) 25 50 100 150 200
Fixed Time 0,35 0,35 0,35 0,35 0,35
Haul Time 0,09 0,18 0,36 0,55 0,73
Retun Time 0,05 0,09 0,13 0,19 0,26
Cycle Time (Min.) 0,49 0,62 0,84 1,09 1,34
Trip per 45 menit/hr 92,0 72,6 53,7 41,2 33,6
Volume, one way distance, ft
Size Bucket Loose Cuyd Bank One Way Haul Distance, ft

25 50 100 150 200
2 1,44 132,5 104,5 77,2 59,5 40,5
3 2,16 198,0 157,0 11,0 89,0 72,5
4 2,88 264,0 204,5 154,0 118,5 96,6
5 3,60 331,0 261,0 193,2 148,0 112,0
6 4,32 397,0 313,0 231,0 177,0 144,0

NOTE : based on a swell of 25 percent and an average load equal to 90 percent of the rated capacity.

PEKERJAAN PEMADATAN
Pekrjaan pemadatan tanah dikerjakan pada timbunan material terutama pada pekerjaan jalan raya, lapngan terbang, dan danau dan sebagainya.
Pemadatan ini dilakukan dengan penumbukan atau penggilasan.

Proses perataan tanah tergantung dari :
Gradasi
Isolasi air
Usaha pemadatan

Pemadatan bertujaun untuk memperkecil ruang-ruang udara dalam tanah/material (seminmal mungkin).
Ukuran-ukuran tingkatan pemadatan AASHTO ( American Association Of State High Way and Sportation Official ), dinyatak dalam percentase (%) AASHTO.
Untuk mencapai % atau 100% AASHTO sesuai dengan kepadatan maximum yang didapat dilaboratorium dengan percobaan proyektor.

Alat – alat dapat berupa :
Penumbukan
Penggilasan

Produksi alat pemadat :
Rumus I : A = (V x L x F)/N (m2/jam)


Dimana :


II : C = = (L x V x x 16,3)/N (vol = cuyd/hr)

Diman :


Cara-cara pengilasan:
Mengikuti pola.
Over laping tiap lintasan
Pada permukaan jalan yang mirin (pertongan melingtang), untuk penggilasan dimulai dari tepi yang terendah.
Dengan mengikuti pola penggilasan yang benar,meraata kesegala permukan hingga memudahkan dan cepat, maka untuk mencapai pemadatan yang sempurna, lintasan – lintasan hapus overlapping min. 20 cm.

KLASIFIKASI ROLLER :
Susunan roda gilas
Pinggilasan roda 3 (Three Wheel Roller)
Pinggilasan tandem (tanden roller)
Bentuk roda gilas (permukaan roda gilas)
Roda – roda halus (plain wheel)
Roda – roda khusus yang beralur-alur (segment roller/sleep foot roller
Bahan roda gillas
Roda baja (steel wheel)
Roda ban karet (pneu matic)
Cara bergeraknya
Bergerak sendiri (self profelat)
Ditarik (towed)
Cara pemadatan
Pemadatan/penggilasn biasa.
Penggilasan disertai getaran (vibracting)





PERALATAN PEKERJAAN PEMADAT
ROAD ROLLER.
Mesin gilas roda 3 (three wheel roller) klasifikasi berat roller:
8 – 10 ton.
10 ton (kosong) – 12 ton (diisi)

Untuk tanah liat roller ini tidak baik, karena dapat melekat pada roda gilas.
Yang terpenting pada penggilasan bukan hanya berat alatnya, tetapi juga persatuan luas roda gilasanya, terutama pada saat beroperasi.
TANDEM ROLLER
Tandem roller untuk jpenggilasan finishing (permukaan halus).
Klasifikasi :
6 – 8 ton
8 – 10 ton dan seterusnya.
Jika alat ini diisi mesin getas disebut vibrating roller.
Tekanan rodanya bias menerpai 3 – 4 kali dari keadaan biasa (tanpa operasi).
Alat ini sangat baik untuk pekerjaan pemadadtan berbutiran kasar/lapisan pasir karena dengan adanya getaran maka butir – butiran tersebut dapat saling mengisi.
MESH AND SEGMENT ROLLER
Untuk pemadatan lapisan yang cukup tebal digunakan roda – roda khusus seperti mash grid.
Mesh grid (anyanan), segment (leaping) dan sheep foot roller.
Pengaruh roda dari three wheel roller tandem adalah bahwa dari bagian atas sampai kebawah merupakan lapisan yang tergilas terbatas (menurut lajur gilasan).
Untuk memperbaiki gradasi roda lapisan tlacodan, mesh roller sangat baik dipergunakan karena batu – batuan/ batu pecah tergilas hingga akan mengisi rongga – rongga batu – batuan yang lebih besar.
Penggilasan lapisan mocodaun adalah memperbaiki grodasi, untuk memperbaiki/membongkar permukaan jalan lama.
Untuk tanah liat, terutama tanah basah, meah roller kurang baik dioperasikan karena kemungkinan tanah akan melekat di besi –besi roda (antara lobang – lobang roda) sehingga pengaruh dari alat ini akan hilang keuntungan pemakaian rush & segment roller:
Jenis alat ini merupakan alat bertekanan dengan kesatuan luas yang besar dan bidang – bidan grodanya dapat masuk kedalam tanah sehingga terjadi pemadatan dari bawah lapisan yang dikehendaki.
Pada saat penggilasan, bila terdapat air yang berlebihan yang dikandung dalam lapisan roller bergun untuk menekan dir tersebut hingga keluar (terpenear) dan hanya tertinggar air yang dibutuhkan untuk pemadatan.

Sedangkan sheep foot roller berupa :
tractor
Tower truck
Sheep foot roller
Propelled
Susunan roda – rodanya sbb:
Parallel double
In live/double drum
Combinasi a & b / lebih dari dua roda
Peralatan mesh grid, segment roller dan sheep foot rollers termasuk jenis peralatan temping rollers (alat penumbukan).

PNEUMATIC TIRED ROLLERS.
adalah peralatan yang terdiri dari roda-roda karet/ sasanan roda-roda sedemikian rupa sehingga jalur-jalur yang dilalui roda depan jatuh diantara jalur yang tidak dilalui roda belakang.
Susunan Roda :
9 roda k(roda muka + 5 roda belakang)
13 roda (6 roda muka + 7 roda belakang)


Ciri-ciri, peratan gilas dengan ban kusut (roda karet) adalah:
Proses keluarnya air yang terkadung dalam lapisan yang digilas pada tepi-tepi ban sehingga mempercepat tercapainya kepadatan maksimum (diseb;ut system KNEADING ACTION).
Juga ban roda dapat bergoyang mengikuti ketidak rataan permukaan jalan sehingga mempertahankan tekanan yang sama pada semua roda. Misalnya: dimanfaatkan untuk pekerjan jalan dengan pelaksanaan cold mix bitambah atau hot mix asphalt concrete.
Peralatan ini memanfaatkan efek rematan / kneading setion dan air yanbg terdapt didalam bahan urugan daapt ditkan keluar sehingga air akan menguap pada udara yang kering.

B. PENEUMATIC TOWED ROLLER

Jenis roller ini ditarik oleh penggerak tractor.
Keuntungannya:
Invesmetnya relatif rendah
Berat roller bisa tinggi sekali, karena dapat dimuati yang bisa mendekati berat 100 ton
Akibat tekanan angin (in flaction pressure) dapat berpengaruh untuk mempercepat pemadatan.
Misalnya :
Tekanan 6 kg/cm2 diperlukan 8 pass (= lintasan).
Tekanan 7,5 kg/cm2 diperlukan 4 pass.
KECEPATAN RATA – RATA ALAT PEMADAT :
Tandem roller : 5 sampai dengan 8 km/jam
Motorized sheep foot : 5 sampai dengan 8 km/jam
Motorized preumatic : 5 sampai dengan 8 km/jam
Sheeptowed wheel tractor : 5 sampai dengan 10 km/jam dan 8 sampai dengan 16 km/jam.
Sheep towed tired tractor : 3 sampai dengan 4 km/jam dan 5 sampai dengan 6,5 km/jam.



ALAT PEMADAT DENGAN GETARAN (Vibrating Compaction):
Bahwa untuk mencapai kepadatan tanah sesuai persyaratan/kesemua permukaan lapisan perkerasan, maka harus dioperasikan vibrating compaction, khususnya untuk jenis tanah non cohesive, misalnya:
Pasir, Gravel dan batuan dan sebagainya.
Ada beberapa macam peralatan untuk tanah non cohesive diantaranya :
Vibrating sheet foot rollers
Vibrating steel drumu rollers
Vibrating pneumatic tried rollers.
Vibrating plates/shoes roller
Rammer plates (stamper)


Alat ini biasanya ditarik oleh tractor/roller lainnya

Vibrating preumatic tired rollers (ukuran kecil)
(penjelasan sama dengan alat pemadat tyre/ukuran besar)
Vibrating plates/shoes plates
Biasanya pelaksanaan dengan vibrating plates, diperlukan pada pemadatan lapisan jalan raya/permukaan yang ringan khususnya untuk lapisan batu-batuan kecil.
Sket : Vibrating Plates

Out put alat didasarkan atas banyaknya :
Travel/perjalanan orsasi
Kedalaman yang dicapai
Luas permukaan yang dikerjakan
Rammer plantes (stamper)




PEMADATAN DENGAN BAHAN PELEDAK (EXPLOSIVE)
Bahan peledak juga baik dilaksanakan dalam proses pemadatan tanah sebab dari ledakan bahan tersebut dapat menimbulkan tekanan yang mendadak pada lapisan tanah.
Untuk mengetahui besarnya kepadatan tanah yang dihasilkan, perlu diketahui jenis tanah, kedalaman lapisan yang dicapai, jarak lobang tempat bahan peledak, tinggi muka air tanah dan jenis dari pada bahan peledak.
Umumnya jarak bahan peledak yang dipasang antara 3 – 71/2 cm. disamping itu, pemakaian bahan peledak sebagai alat pemadatan mempunyai kerugian – kerugiannya yakni dapat menimbulkan suatu goncangan yang keras didaerah sekitarnya, terlebih lagi terdapat banyak bangunan – bangunan umum maka pemakaian bahan peledak perlu dipertimbangkan penggunaan bahan peledak ini sebaiknya untuk daerah yang bebas terhadap hambatan didasarkan atas radius bebas sesuai ketentuan yang berlaku

PEKERJAAN PENGGALI & PEMUAT
(EXCAVATING EQUIPMENT)
Type – type peralatan ini adalah :
Power shovels
Back hoe
Draglines
Clams shells and cranes
Trenching machines
Wheel mounthed belt loaders
Empat peralatan yang dibahas dalam tulisan ini, sering disebut/dimasukkan kedalam 1 (satu) group peralatan penggali dan pemuatan (power crane and shovel association family).
Peralatan tersebut adalah : power swovels, backhoe, draglines dan clanshells & cranes.
POWER SHOVELS
Power shovels digunakan terutama untuk menggali tanah untuk kemudian ditaruh kedalam truck atau tractors pulled wagons atau conveyou belis. Alat ini cocok untuk menggali semua kelas tanah, kecuali solid rock. Disamping itu alat ini dapat dipasangkan dengan crawler track atau kadang kala dengan rubber tired wheels.
Beberapa faktor yang harus diperhatiakan dalam pengoperasian powershovels:
Estemate biaya per cubic yard :
Ukuran dari pekerjaan, bila pekerjaan besar/complex dibutuhkan biaya tinggi dan dipakai power shovel besar (large).
Biaya transportasi alat ke lokasi pekerjaan
Depresiasi/penyusutan alat power shovels
Biaya operasi dan pemeliharaan/perawatan
Kombinasi pemanfaatan biaya pengeboran, penggalian/blasting dan penggalian dengan power shovel besar
Biaya penyedera perawatan (oprator), estimote per cubicyard.
Diperhitungkan mengenai job condition
Pengangkatan tanah yang cukup tinggi
Tanah yang berbatu (blasted rock is to be excaveted), dan tanah keras sehingga memakai di pps/alat congkel khusus.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
Untuk waktu pelaksanaan yang singkat, diperlukan power shovels besar
Ukuran dari alat pengangkut hasil penggalian
Berat tanah yang dapat diangkat, disesuaikan dengan batas-batas pengangkutan dengan pertimbangan keadaan jalan & jembatan yang akan dilalui oleh alat pengangkut tersebut

HASIL PRODUKSI POWER SHOVER dipengaruhi oleh :
Jenis material galian
Kadalaman galian
Sudut putar alat (swing)
Kondisi Kerja (job condition)
Kondisi manajemen alat (management condition)
Ukuran peralatan (size of hanling units)
Kemampuan Operator
Kondisi pisik dari mesin/power shovel


TABLE – TABEL STANDARD PERHITUNGAN
SOURCE : POWER CRANE AND SHOVEL ASSOCIATION
Tabel : Conversion Factors For depth of cut and anple of swing for a
power shovels.
Percent of Optimum depth Angle of swing derajad o( oleh )
45 60 75 90 120 150 180
40
60
80
100
120
140
160 0.93
1.10
1.22
1.26
1.20
1.12
1.03 0.89
1.03
1.12
1.16
1.11
1.04
0.96 0.85
0.96
1.04
1.07
1.03
0.97
0.90 0.80
0.91
0.98
1.00
0.97
0.91
0.85 0.72
0.81
0.96
0.88
0.86
0.81
0.75 0.65
0.73
0.77
0.79
0.77
0.73
0.67 0.59
0.66
0.69
0.71
0.70
0.66
0.62

Tabel : Factors for job and management conditions
Job Management Management Conditions
EXCELLENT GOOD FAIR POOR
EXCELLENT
GOOD
FAIR
POOR 0.84
0.78
0.72
0.63 0.81
0.75
0.69
0.61 0.76
0.71
0.65
0.57 0.70
0.65
0.60
0.52


3. Tabel : Ideal output of power shorels in cubic yards/ m3 per hour, bank neasroe (BM)
Class Of material Size shorels (Cu yd/Cu.m)
3⁄8
(0,29)* 1⁄2
(0,38) 3⁄4
(0,57) 1
(0,95) 11⁄4
(1.14) 11⁄2
(1.14) 13⁄4
(1,33) 2
(1,53) 21⁄2
(1,91)
Moist loam or light sandy clay 3,8
(1,1)*
85
(65) 4,6
(1,4)
115
(88) 5,3
(1,6)
165
(126) 6,0
(1,8)
205
(157) 6,5
(0,2)
250
(190) 7,0
(2,1)
285
(218) 7,4
(2,2)
320
(244) 7,8
(2,4)
355
(272) 8,4
(2,6)
405
(309)
Sand and gravel 3,8
(1,1)*
80
(61) 4,6
(1,4)
110
(84) 5,3
(1,6)
155
(118) 6,0
(1,8)
200
(153) 6,5
(0,2)
230
(176) 7,0
(2,1)
270
(206) 7,4
(2,2)
300
(229) 7,8
(2,4)
330
(252) 8,4
(2,6)
390
(298)
Good commont earth 4,5
(1,4)
70 5,7
(1,7)
95 6,8
(2,1)
135 7,8
(2,4)
175 8,5
(2,6)
210 9,2
(2,8)
240 9,7
(2,9)
270 10,2
(3,1)
330 11,2
(3,4)
350
Hordtongh clay 6,0
(1,8)
50
(38) 7,0
(2,1)
75
(57) 8,0
(2,4)
110
(84)
9,0
(2,7)
145
(111) 9,8
(3,0)
180
(137) 10,7
(3,3)
210
(156) 11,5
(3,5)
235
(180) 12,2
(3,7)
265
(202) 13,3
(4,0)
310
(236)
Well blasted rock 40
(30) 60
(46) 95
(72) 125
(95) 155
(118) 180
(137) 205
(156) 230
(175) 275
(210)
Wet, stieky clay 6
(1,8)
25
(19) 7
(2,1)
40
(30) 8
(2,4)
70
(54) 9
(2,7)
95
(73) 9,8
(3,0)
120
(92) 10,7
(3,3)
145
(111) 11,5
(3,5)
165
(125) 12,2
(3,7)
185
(144) 13,3
(4,0)
230
(176)
Poorly blasted rock 15
(11) 25
(19) 50
(38) 75
(57) 95
(73) 115
(88) 140
(107) 160
(122) 195
(149)
SOURCE : POWER CRANE AND SHOVEL ASSOCIACIONT
Note : - Upper figure is the optimum depth in feet
Lower figure is the ideal output in cabicyords or . . . .
This values are the size of sorvels in cubic meters
This values are the depths of ent in meters
This values are the ideal output in cubic meters.
Contohsoal :
Shovel di anggap menggali tanah (commont earth) aʹ 2 cuyd, dalam penggalian 12 ft sudut putar/swing sebesar 60°.
Penyeleaian :
Lihat tabel 3
Untuk 2 cuyd dan class of material / jenis community earth didapat tinggi tebing optimum : 10,2 ft
Precent tinggi optimum :12/10,2×100% =117,65 ~ 118%
Dengan interproduksi dari table 1 didapat factor depth swing = 1,15
Jadi produksi shovel : 300×1,115= 334,5 cuyd/hour
Shovel dianggap menggali tanah (hard clay) a′ 1 cuyd tinggi tebing galian 7,5 ft dengan sudut putar rata-rata sebesar 75° dari analisa proyek menunjukan, kondisi kerja wajar (fair) dan management adalah baik.
Ditanyakan : Produksi shovel
Penyelesaian :
Lihat tabel 3
Di dapat tinggi tebing optimum yaitu 9 ft.
Percent tinggi optimum :7,5/9×100%= ~83,3%
Dari table 2 didapat factor job management adalah 0,69.
Produksi per jam : 145×1,045×0,69 = 104,55 cuyd.
Apabila effective factor (operasi) : 50 menit/jam atau50⁄60=0,833
Makaproduksi shovel = 0,833×104,55 =~87,12c uyd.

BACK HOE
Hoe termasuk golongan power shovel
Hoe dapat berupa :
Back hoe
Back shovel
Pull shovel
( termasuk golongn Power Crawe And Shovel Association Family ).

Kegunaan :digunakan untuk menggali tanah dibawah permukaan tanah asli, sering juga digunakan sebagai penggalian pada tranches yang cukup terjal.
Pada alat ini dilengkapi dengan dipper (pisau) yang dibutuhkan secara khusus dan mampu melaksanakan berbagai pekerjaan konstruksi sipil.
Alat ini juga berfungsi untuk pekerjaan pengukuran elevasi/ketinggian permukaan jalan dan pelaksanaan pergerakan alur sungai.
Alat ini disebut juga denga Tranching Machine. Maksudnya, untuk berbagai type pekerjaan, dippernya dirubah/disesuaikan dengan medan pekerjaan.

DRAGLINES
Draglines ialah peralatan yang dipergunakan untuk menggali tanah dan ditempat kedalaman tertentu.
Biasanya penggalian di laksanakan untuk tanah-tanah timbunan dan memindahkan tanah tersebut dari tempat asal ketempat lainnya dengan bantuan alat wagon/truck/dump truck.
Diantanya berfungsi sebagai material timbunan untuk pembuatan waduk atau dam-dam :
Type-type dragline
Ukuran/kapasitas angkut dragline didasarkan pada ukuran bucketnya, dinyatakan dalam, cube yard / cuyd.
Produksi dragline thol factor-faktor sebagai berikut :
Klas/ jenisdari material
Dalamnya penggalain
Sudut putar/suving
Ukuran dan type bucket
Panjang dari boom
Kondisi kerja
Kondisi management
Method of disposal, casting or loading truck
Size of hauling mits, if used
Kemampuan dari operator
Kondisi fisik dari mesin
Contohsoal :
Diketahui : peralatan dragline shoft boom kapasitas 2 cuyd, digunakan untuk menggali tanah hard tough clay
Dalamnya penggalian : 15,4 ftdansudutputar 120o
Tentukan : produksi dragline, dianggap beroperasinya alat tanpa mengalami hambatan !
Penyelesaian :
Percent of optimum tepht :15,4/11,8 x 100 = 130,50
(lihat table 3.2.3) size : 2 cuyd Hord tough clas
Dari table 3.2.4 didatpatkan factor koreksi :
(0,90+0,80)/2 = 0,89
Produksi = 0,89 x 195 = 173,55 cuyd/hour
Bilaeft.Factor : 50/60 = 0,8333
Makaproduksi : 0,8333 x 173,55 = 144,625 cuyd.

CLAM SHEEL
Clam shell digunakan terutama untuk penggalaian material-material lepas seperti :
Pasir, kerikil, batu – batuan, dan sebagainya.Disamping itu berguna untuk melaksanakan pemindahan peralatan dari satu tempat ketempat lainnya.
Missal :
Pemindahan pengaduk material (molen)
Untuk menaik-turunkan peralatan kedalam Pelaksanaan pemancangan file foundation dansebagainya.
System pengangkutan clam shell bergerak vertical dan cycle timenya tergantung dari ketinggian kepindahan material/peralatan.
Kapasitas clam bucket ada 3 macam :

Water level capacity
Yaitu kapasitas bucket dimana alat mengangkut material/bahan yang mengandung air. Misalnya, pelaksanaan pergerakan alur - alur sungai.

Plate-line capacity
Yaitu kapasitas bucket dimana material yang diangkut (di dalam bucket) mempunyai bidang rata.

Heaped capacity
Yaitu kapasitas bucket dalam keadaan penuh berisi material / keadaan memanjang, dilaksanakan halnya bila bucket bergerak keatas (vertical).
Satuan kerja dan pembanding alat lain :
Excavator + truck ( P1,P2)
P1 = produksi excavator per jam
P2 = produksi truck per jam
Dozer/scraper + truck (Q1,Q2,Q3)
Q1 = produksi dozer/scraper
Q2 = produksi loader
Q3 = produksi truck





PEKERJAAN MENGANGKUT
Dalam pemindahan tanah mekanis, untuk mengngkut kemudian membuang digunakan dump truck atau dump wagon. Truck mempunyai kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan biaya operasional relative lebih murah.

Kapasitas truck, diklasifikasikan dalam beberapa factor diantaranya :
Kekutan mesin dan ukurannya serta pemakaian bahan bakar.
System pengoperasian
Banyaknya gigi (gear) yang dimanfaatkan
Banyaknya masing – masing roda dari truck (4, 6, 10, dst.)
System pelaksanaan dumping ( searah lajur, ditepi, dsb. )
Jenis material yang diangkut.
Kapasitas angkutan, ton atau m3
Peralatan daumping, apakah secara hydrolik atau system kabel
Jenis – jenis alat angkut :
Renr Dump Truck/Dump Truck
Truck dengan metode dumping kebelakang / searah lajur pekerjaan.
Side Dump
Truck dengan metode dumping ketepi / kesamping.
Wagon/Bootom Dump Wagon
Wagon dengan metode pembuangan kebawah, melalui alas / bantalan bak wagon.
Manfaat utama pemakaian truck & wagon :
Kapasitas cukup besar, dapat dinyatakan dalam alat pengangkutan dengan standard
Ukuran bak/struck capacity
Heaped capacity
Beban/berat material (ton/lb)
Kecepatan tinggi memperkecil cycle time
Harga relatif rendah, peralatan mudah diperoleh.
Klasifikasi ukuran bak dalam bentuk :
Truck kecil
Truck besar
Dapat melaksanakan pengurangan dengan ketebalan yang sudah diatur
Sebagai alat vital/pokok dalam pekerjaan pengangkutan hamper setiap proyek.
Pengangkutan bahan / material sekaligus membuangnya pada lokasi pekerjaan menggunakan alat hidrolic (mechanic), tanpa bantuan tenaga manusia.
Peralatan dapat dimobilisaikan ketempat –tempat keperluan dimana alat tersebut dibutuhkan berdasarkan kapasitas dan ukurannya
Dan sebagainya.


Sket : System OperasiAlatAngkut.

Analisateknis( manajement peralatan yang dioperasikan )
Misalnya : Menggali tanah berbatu / berpasir
Menggali : 75 % dari volume galian, digali dengan menggunakan dozer.
25 % sisanya, yang merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dikerjakan dengan dozer danguna finishing ( perapihan galian ) dikerjakan dengan tenaga manusia.
Hasil galian manusia dan dozer kemudian dikumpilkan oleh dozer dalam satu tempat.
Mengangkat : Hasil galian dozer dan manusia setelah terkumpul diangkat dengan weel loader keatas bak dump truck
Mengangkut : Hasil galian tersebut segera diangkut denga dump truck ketempat buangan ( sebagai bahan timbunan / urugan dsb).
Pemadatan : Bila berfungsi sebagai bahan urugan, dipadatkan dengan
vibrating roller sampai mencapai kepadatan yang dipersyaratkan.
Dalam mengoperasikan alat angkutan, harus diperhatikan efek – efek sebagai berikut :
Efek tanjakan
Pada jalan tanjakan dierlukan kekuatan mesin yang lebih besar, bahkan terjadi pengurangan volume angkutan.
Sebaliknya pada jalan turun / penurunan, menyebabkan penambahan gaya atau kecepatan truck, yang memungkinkan terjadi slipnya truck dan kerusakan rem, dan sebagainya.
Efek rolling resistance
Dipengaruhi oleh 2 (dua) kondisi :
Kondisi fisik jalan hantar, Jalan kerja
Keadaan roda dari alat angkutan tersebut
Efek ketinggian lokasi pekerjaan
Truck termasuk peralatan yang bermesin 4 silinder, pengaruh kapasitas mesin berkurang setiap 3% pada ketinggian 30 meter sesudah 300 meter diatas permukaan tanah laut atau berlangsung setiap 3% pada ketinggian 30 meter sesudah 300 meter diatas permukaan air laut.

Memilih ukuran truck untuk bekerja
Besar truck yang dipilih hendaklah berimbang dengan kemampuan muat dari alat – alat angkut yang digunakan ( ukuran besar / kecil ), bila tidak demikian maka akan terjadi bahwa suatu ketika akan ada alat-alat yang tidak bekerja karena menuggu gilirannya dan dapat menaikkan biaya produksi.

Tabel : type peralatan pengngkut (standar)
Type truck (dasar) Muatkosong (lb) Kapasitasmuatan (ton)
2 sumbu 23.000 – 30.000 7,5 - 10
3 sumbu 44.000 – 60.000 155 – 21
4 sumbu 68.000 – 74.000 ∞ 25
High Tractor mailles way 72.000 – 80.000 22 – 26



Daftar Singkatan, Symbol-Simbol Dan Konversi Dari System ft, lb ke meter (m), kilogram (kg) dan Seterusnya Yang Dipakai Dalam Perhitungan Pemadatan Tanah Mekanis

Singkatan/Symbol-Simbol :

bhp = brake horsepower
bm = bank mcasure,volume of earth period to loesening
cfm = cubic feet per minute
cpm = cycle per minute
cps = cycle per second (hertz)
cuft = cubic foot
cum = cubic meter
cuyd = cubic yard
fpm = feet per minute
fps = foot - second
ft = feet or foot
ft – lb = feet - pound
gal = gallon
gpm = gallon per minute
hp = horse power
hr = hour
in = inche
kw = kilowatts
lb = pound
lin – ft = linear foot
plf = pound per linear foot
psf = pound per square foot
psi = pound per square inche
rpm = revolution per minute
sec = second
sgft = square foot
sg i = square inche
sgy = square yard
tph = tours per hour
wk = week
yd = yard
ya = year

Konversi

1 yard ( yd ) = 3 feet = 0,9144 m
1 foot ( ft ) = 12 inches = 0,305 m
1 inches = 0,0754 m
1 Cubic yard ( cuyd ) = 0,7646 m
1 cubic foot ( cuft ) = 0,0283 m
1 mile = 1.760 yds = 1.609 km
1 sq mile = 640 acres = 259 ha
1 sqyd = 0,836
1 pound ( lbs ) = 16 onces
1 long ton = 1.016 ton ( metric )
1 short time = 2000 lbs = 0,907 ton
1 kit = 1000 lbs = 0.454 ton
1 acre = 4840 sqyd = 4047 m2
1 us gallon = 8 rint = 3,87 liter
1 mile/hr ( Mph ) = 1,4 ft/sec ( tps ) = 27 m/menit
1 pound per in2 = 0,0703 kg
1 hp = 33.000 ft lbs per minute ( lbs/menit )
= 75 kgm/sec

Lihat Artikel Asli di http://tomat1610.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Berikan Komentar Anda Agar Menjadi Lebih Baik

Post a Comment